Pendidikan:, Ilmu Pengetahuan
Prinsip dasar komunikasi radio
Pada tahun 1887, Henry Hertz membuktikan bahwa energi elektromagnetik dapat dikirim ke angkasa dalam bentuk gelombang radio yang melewati atmosfer sekitar kecepatan cahaya. Penemuan ini membantu mengembangkan prinsip komunikasi radio, yang digunakan saat ini. Selain itu, ilmuwan tersebut membuktikan bahwa gelombang radio bersifat elektromagnetik, dan karakteristik utamanya adalah frekuensi di mana energi berosilasi antara medan listrik dan medan magnet. Frekuensi di Hz (Hz) berhubungan dengan panjang gelombang λ, yang merupakan jarak yang ditempuh gelombang radio selama osilasi tunggal. Jadi, rumus berikut diperoleh: λ = C / F (di mana C sama dengan kecepatan cahaya).
Prinsip-prinsip komunikasi radio didasarkan pada transmisi gelombang radio pembawa informasi. Mereka bisa mentransmisikan data suara atau digital. Untuk melakukan ini, radio harus memiliki:
- Perangkat untuk mengumpulkan informasi dalam sinyal listrik (misalnya mikrofon). Sinyal ini disebut pita frekuensi utama di kisaran audio normal.
- Modulator masukan informasi ke dalam pita frekuensi sinyal pada frekuensi radio yang dipilih .
- Transmitter, penguat daya sinyal yang mengirimkannya ke antena.
- Antena dari batang konduktif dengan panjang tertentu, yang akan memancarkan gelombang radio elektromagnetik.
- Penguat sinyal pada sisi penerima.
- Demodulator, yang akan dapat mengembalikan informasi asli dari sinyal radio yang diterima.
- Akhirnya, perangkat untuk mereproduksi informasi yang dikirim (misalnya, loudspeaker).
Prinsip komunikasi radio
Prinsip modern komunikasi radio dipahami pada awal abad yang lalu. Pada waktu itu radio dikembangkan terutama untuk suara dan musik. Tapi segera menjadi mungkin untuk menggunakan prinsip-prinsip komunikasi radio untuk transmisi informasi yang lebih kompleks. Misalnya, seperti teks. Hal ini menyebabkan penemuan telegraf Morse.
Biasa untuk suara, musik atau telegraf adalah informasi dasar dienkripsi dalam sinyal suara yang ditandai dengan amplitudo dan frekuensi (Hz). Orang bisa mendengar suara di kisaran 30 Hz dan sampai sekitar 12.000 Hz. Rentang ini disebut spektrum suara.
Spektrum frekuensi radio dibagi menjadi pita frekuensi yang berbeda . Masing-masing memiliki karakteristik spesifik berkenaan dengan radiasi dan atenuasi di atmosfer. Sorot aplikasi komunikasi yang dijelaskan pada tabel di bawah ini, yang bekerja dalam satu atau kisaran lainnya.
| LF-range | Dari 30 kHz | Sampai 300 kHz | Hal ini terutama digunakan untuk pesawat terbang, mercusuar, navigasi, dan juga untuk transfer informasi. |
| Band FM | Dari 300 kHz | Sampai 3000 kHz | Digunakan untuk penyiaran digital. |
| Rentang HF | Dari 3000 kHz | Sampai 30000 kHz | Rentang ini sangat sesuai untuk komunikasi radio terestrial jarak menengah dan panjang. |
| Band VHF | Dari 30000 kHz | Sampai 300.000 kHz | VHF umumnya digunakan untuk penyiaran terestrial dan komunikasi antar kapal dan pesawat terbang |
| Rentang UHF | Dari 300000 kHz | Sampai 3.000.000 kHz | Dengan spektrum ini, sistem penentuan posisi satelit, serta ponsel, beroperasi. |
Hari ini sulit untuk membayangkan apa yang akan dilakukan manusia tanpa komunikasi radio, yang telah menemukan aplikasinya di banyak perangkat modern. Misalnya, prinsip komunikasi radio dan televisi digunakan di ponsel, keyboard, GPRS, Wi-Fi, jaringan komputer nirkabel dan sebagainya.
Similar articles
Trending Now