Keuangan, Mata uang
Cara menggunakan indikator MACD di pasar Forex
Dibuat oleh manajer investasi terkemuka, trader sukses dan penulis berbagai publikasi oleh Gerald Appel, indikator MACD berdasarkan Moving Average Convergence / Divergence mungkin adalah alat yang paling unik yang memasuki hampir semua platform perdagangan Forex. Indikator MACD secara simultan dapat dikaitkan dengan indikator tren, dan osilator. Keunikan MACD terletak pada kenyataan bahwa ia mampu menghasilkan sinyal perdagangan pada kedua segmen tren pasar dan pergerakan lateral (datar). Selain itu, penggunaan indikator ini memungkinkan Anda untuk menentukan kekuatan gerakan potensial, dan juga (dengan probabilitas tertentu) kemungkinan perubahan arah pasar.
Indikator MACD: deskripsi
Untuk membangun grafik MACD, dua metode yang digunakan: linier dan dalam bentuk histogram.
MACD linier dibangun berdasarkan tiga moving averages, dimana hanya dua yang ditampilkan pada grafik. Secara langsung indikator MACD sendiri adalah perbedaan antara dua moving average eksponensial (EMA dengan periode yang lebih kecil dikurangi dari EMA dengan periode yang lebih kecil). Untuk menyingkirkan osilasi acak, yang disebut garis sinyal, yang merupakan moving average sederhana (SMA), digunakan. Dan untuk konstruksinya kita tidak menggunakan nilai harga, tapi perbedaan antara kedua moving averages ini, hanya dengan periode yang lebih kecil. Nilai default untuk EMA adalah 12 dan 26, dan untuk SMA, 9.
Pengaturan bisa diubah. Pada saat yang sama, kenaikan nilai (misalnya, 21,50 dan 12) mencegah sinyal palsu, namun tidak memungkinkan untuk menentukan secara tepat awal pergerakan pasar. Mengurangi pengaturan (misalnya, 6, 13 dan 5) membuat indikator MACD lebih sensitif terhadap perubahan harga, namun mengarah ke lebih banyak false positive.
Agar lebih mudah mengenali perubahan jarak antara garis, histogram digunakan, yaitu perbedaan antara garis cepat (MACD) dan garis lambat (sinyal). Bila garis cepat berada di atas garis lambat, batang histogram berada di atas garis nol, dan sebaliknya.
Perlu dicatat bahwa dalam platform trading MT4 (MetaTrader-4), tidak seperti Rumus yang sama, hanya garis sinyal dan histogramnya adalah output, indikator MACD sendiri tidak ditampilkan.
Sinyal indikator MACD
Perpotongan garis sinyal MACD ke arah dari atas ke bawah adalah sinyal jual eksplisit. Dalam hal ini, susunan histogram di bawah garis nol hanya menguatkan sinyal ini. Melintasi garis garis sinyal MACD ke arah dari bawah ke atas, sebaliknya, adalah sinyal beli, dan menemukan histogram pada posisi di atas garis nol juga merupakan sinyal kuat untuk membuka posisi long.
Munculnya kontradiksi antara indikasi indikator dan grafik harga menunjukkan adanya perbedaan ("bearish" - jika harga maksimum yang lebih tinggi tidak menemukan konfirmasinya dengan MACD maksimum - atau "bullish", bila minimum minimum tidak dikonfirmasi) dan merupakan pertanda kemungkinan perubahan tren.
Kekurangan indikator MACD
- Indikator garis dan histogram sangat sering menghasilkan sinyal palsu, terutama pada grafik per jam dan kurang. Oleh karena itu, lebih baik menggunakannya pada kerangka waktu hari dan lebih tinggi.
- Saat membentuk sinyal tren, indikator linier dipicu dengan penundaan yang signifikan.
- Karena indikator MACD menghitung selisih antara dua moving averages, nilai ini mutlak, bukan relative. Oleh karena itu, sulit untuk membandingkan tingkat MACD dalam jangka waktu yang relatif lama, terutama untuk instrumen yang telah berubah secara eksponensial.
- Dengan menggunakan MACD, sulit untuk menentukan tingkat overbought dan oversold.
Namun demikian, indikator MACD diakui sebagai salah satu indikator teknis yang paling andal di pasar valuta asing. Sinyalnya cukup sederhana untuk dipahami dan memungkinkan Anda menilai secara tepat situasi saat ini dan tepat waktu menyimpulkan kesepakatan yang menguntungkan bahkan untuk pemula.
Similar articles
Trending Now