Pendidikan:, Ilmu Pengetahuan
Budaya sebagai obyek culturology
Subjek culturology memungkinkan Anda untuk berkenalan dengan sejarah pembentukan masalah sifat kultural, untuk mengembangkan keterampilan dalam menerapkan aparatus kategoris dalam kehidupan, memberikan pengetahuan yang diperlukan tentang nilai-nilai budaya, dan membantu memahami tradisi budaya dan nasional mereka.
Budaya sebagai objek studi budaya dilihat dari perspektif yang berbeda, karena ini adalah konsep yang kompleks, termasuk, sebagai lingkungan buatan eksistensi manusia, dan realisasinya.
Subjek dan tugas studi budaya disimpulkan dalam transfer pengetahuan budaya akumulasi, dan mereka juga memungkinkan seseorang untuk secara mandiri memperluas cakrawala.
Istilah culturology banyak digunakan oleh ilmuwan L. White. Dialah yang pertama kali mencoba menciptakan teori umum tentang budaya.
Subjek studi budaya adalah disiplin sosiohumanitarian yang kompleks yang berusaha membentuk sistem pengetahuan tentang budaya, memperlakukannya sebagai fenomena holistik. Subjek dan tugas studi budaya adalah studi yang bertujuan untuk menggambarkan budaya, menganalisis budaya yang berbeda dan membandingkannya, memahami komunikasi antarbudaya, dan menjelaskan asal-usul budaya yang spesifik dan umum, bervariasi dan berkelanjutan.
Subjek culturology sekarang merupakan bidang pengetahuan integratif. Dasar studi budaya adalah ilmu individu - sejarah, arkeologi, sejarah seni, etnografi, dan lain-lain. Ilmu budaya sebagai pengetahuan sosiohumaniter mempertimbangkan signifikansi umum dari fenomena multifaset budaya, termasuk cara penelitiannya. Budaya sebagai objek culturology adalah tujuan penelitian yang mengarah pada pemahaman tentang budaya seseorang dan budaya lainnya, sedangkan materi pelajarannya adalah pengisian kehidupan publik. Akibatnya, culturology adalah interaksi berbagai elemen budaya: norma, tradisi, adat istiadat, nilai, kode budaya, institusi sosial, ideologi, teknologi, dll.
Culturology didasarkan pada kesatuan pengetahuan empiris dan teoritis, karena menganggap tidak hanya proses dan fenomena budaya yang spesifik, tapi juga abstraksi akhir. Subjek studi budaya mencakup penelitian terapan dan fundamental.
Mari kita daftar tugas utama studi budaya:
• analisis budaya;
• mempelajari isi budaya;
• identifikasi keterkaitan antara unsur budaya;
• mempelajari unit budaya dan tipologi budaya;
• memecahkan masalah yang diidentifikasi oleh dinamika sosial budaya;
• mempelajari komunikasi budaya dan kode.
Dalam prakteknya, studi budaya menemukan aplikasinya di bidang manajemen dan komunikasi massa.
Culturology menggunakan metode berikut:
• pengumpulan dan deskripsi empiris materi faktual;
• komparatif-historis - memberi kesempatan untuk membandingkan fenomena unik dari kompleks budaya dalam konteks sejarah;
• fungsional struktural - memungkinkan untuk menguraikan objek budaya yang dipelajari menjadi komponen-komponennya dan untuk mengungkapkan hubungan internal mereka;
• genetik - memungkinkan Anda mempelajari fenomena yang dipelajari dari sudut pandang asalnya dan perkembangan selanjutnya;
• Semiotik - didefinisikan oleh pemahaman budaya sebagai mekanisme simbolis yang memungkinkan pengalihan pengalaman dari generasi ke generasi, sebagai sistem simbolis yang menjamin warisan sosial.
Culturology mencakup beberapa bagian dan merupakan sains terpadu:
- Filsafat Budaya;
- Teori budaya;
- Sosiologi budaya;
- Sejarah budaya;
- Antropologi budaya.
Dengan demikian, studi budaya tidak hanya menggambarkan nilai -nilai budaya yang diakumulasikan oleh umat manusia, tapi juga memahaminya.
Similar articles
Trending Now